Homeschooling: Bukan Sekadar “Pindah Sekolah ke Rumah”, Apa Bedanya?

Banyak orang tua yang baru mengenal konsep pendidikan alternatif seringkali mengira bahwa homeschooling hanyalah memindahkan meja, kursi, dan tumpukan buku teks dari gedung sekolah ke ruang tamu. Padahal, jika kita menyelam lebih dalam, homeschooling menawarkan filosofi yang jauh lebih dinamis daripada sekadar perubahan lokasi belajar.

Sebagai pendidik yang berfokus pada potensi individu, saya sering melihat bahwa kekeliruan memahami esensi homeschooling bisa membuat orang tua merasa cepat lelah (burnout). Mari kita bedah apa sebenarnya yang membedakan homeschooling dengan sekolah formal pada umumnya.

1. Kurikulum yang Menyesuaikan Anak, Bukan Sebaliknya

Di sekolah formal, anak harus mengikuti kecepatan kurikulum yang sudah dipaketkan. Jika seorang anak belum paham perkalian namun jadwal sudah masuk ke pembagian, mereka terpaksa “terseret” arus.

Dalam homeschooling, kurikulum adalah alat, bukan majikan. Kita memiliki fleksibilitas untuk:

  • Berhenti lebih lama pada materi yang sulit dipahami.
  • Melaju cepat pada materi yang sudah dikuasai (akselerasi mandiri).
  • Menyesuaikan gaya belajar, apakah anak lebih condong ke visual, auditori, atau kinestetik.

2. Belajar Tanpa Sekat Dinding Kelas

Salah satu jargon yang sering kami gaungkan adalah: “Belajar itu fleksibel, bisa di mana saja dan kapan saja.”

Homeschooling mematahkan mitos bahwa belajar hanya terjadi saat anak duduk diam di depan papan tulis. Kunjungan ke museum, bercocok tanam di halaman, hingga berdiskusi tentang mitigasi bencana bersama praktisi di lapangan adalah bentuk pembelajaran yang valid. Dunia nyata adalah laboratorium utamanya.

3. Fokus pada Life Skills (Bina Mandiri)

Pendidikan alternatif memberikan ruang yang sangat luas bagi pengembangan kecakapan hidup (life skills). Di sini, nilai akademik tidak berdiri sendiri. Kita bisa mengintegrasikan pelajaran matematika saat anak belajar memasak (mengukur bahan), atau belajar bahasa saat mereka membuat naskah konten kreatif.

Melalui program bina mandiri, anak-anak dilatih untuk:

  • Mengelola tanggung jawab rumah tangga.
  • Memahami kebersihan diri.
  • Mengasah empati melalui kegiatan bakti sosial. Ini adalah bekal karakter yang sering kali sulit terakomodasi secara intensif dalam sistem klasikal yang padat.

4. Personalisasi dan Kedekatan Emosional

Homeschooling memungkinkan adanya dialog, bukan sekadar instruksi. Orang tua atau pembimbing bisa menjadi fasilitator yang mengarahkan minat anak, baik itu di bidang teknologi informasi seperti coding, seni, hingga hukum. Kedekatan ini membangun rasa percaya diri anak karena mereka merasa didengar dan dihargai sebagai individu yang unik.

Fakta di Lapangan: Realitas Homeschooling di Indonesia

Untuk memahami homeschooling secara utuh, kita perlu melihat bagaimana praktik ini berjalan di tengah masyarakat. Berikut adalah beberapa fakta yang sering ditemui:

1. Legalitas dan Pengakuan Negara

Banyak yang masih ragu, “Apakah ijazahnya laku?” Faktanya, homeschooling di Indonesia memiliki payung hukum yang kuat melalui Permendikbud No. 129 Tahun 2014.

  • Faktanya: Lulusan homeschooling (jalur informal/non-formal) dapat mengikuti ujian kesetaraan (Paket A, B, dan C) yang memiliki hak sipil setara dengan ijazah formal.
  • Data Lapangan: Alumni homeschooling kini tersebar luas di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama, bahkan menempuh studi di luar negeri seperti di Belanda atau Australia, membuktikan bahwa jalur ini bukan penghambat karier akademis.

2. Mitos Sosialisasi yang Terpatahkan

Kekhawatiran terbesar masyarakat adalah anak homeschooling akan “kurang pergaulan” (kuper).

  • Faktanya: Anak homeschooling justru memiliki kesempatan bersosialisasi yang lebih luas secara vertikal (lintas usia). Mereka tidak hanya berinteraksi dengan teman sebaya di kelas, tetapi juga dengan praktisi, pedagang di pasar saat belajar ekonomi, hingga komunitas minat (seperti komunitas coding atau robotik).
  • Kenyataannya: Melalui kegiatan bersama seperti workshop mitigasi bencana atau bakti sosial di panti jompo, anak-anak dilatih berempati langsung dengan realitas sosial, bukan sekadar teori di buku PKn.

3. Fleksibilitas Waktu yang Efektif

Dalam sekolah formal, banyak waktu habis untuk urusan administratif (upacara, menunggu guru, transisi kelas).

  • Faktanya: Riset mandiri dan observasi di lapangan menunjukkan bahwa materi yang dipelajari di sekolah selama 6-7 jam sering kali bisa diselesaikan dalam 2-3 jam fokus di rumah (metode one-on-one).
  • Dampaknya: Sisa waktu yang luas bisa digunakan anak untuk mendalami passion spesifik, seperti magang, kursus teknologi informasi, atau mengasah keterampilan entrepreneurship sejak dini.

4. Bukan “Jalan Pintas” bagi Orang Tua

Ini adalah fakta yang paling krusial. Homeschooling sering dikira cara mudah bagi orang tua yang sibuk.

  • Faktanya: Homeschooling justru menuntut keterlibatan orang tua yang sangat tinggi sebagai fasilitator atau manajer pendidikan. Di lapangan, keberhasilan anak sangat bergantung pada konsistensi orang tua dalam menyusun jadwal, memilih sumber belajar, dan melakukan evaluasi berkala.

5. Adaptasi Teknologi Informasi

Di era digital, homeschooling menjadi sangat terbantu dengan adanya ekosistem belajar daring.

  • Faktanya: Banyak keluarga homeschooling di Indonesia yang kini memanfaatkan IoT, AI, dan platform belajar global untuk memperkaya materi. Ini membuat anak-anak homeschooling sering kali jauh lebih melek digital dan mandiri dalam mencari informasi dibandingkan siswa yang hanya menunggu instruksi guru.

Homeschooling di lapangan bukanlah tentang memisahkan diri dari sistem, melainkan memilih sistem yang paling relevan dengan kebutuhan anak. Dengan legalitas yang jelas dan dukungan teknologi, pilihan ini menjadi solusi konkret bagi masa depan pendidikan yang lebih personal.

Read More

Bakti Sosial Surabaya Bersama Homeschooling Bintang

Hari ini, keluarga besar Homeschooling Bintang berkunjung ke tiga lokasi Panti Jompo dan Panti Asuhan bukan hanya untuk berbagi, tapi untuk belajar. Kami percaya bahwa berbagi adalah salah satu pelajaran hidup paling berharga yang tidak bisa digantikan oleh teori di dalam kelas.

Melihat senyum para oma, opa, adik-adik yang ada di panti asuhan serta semangat murid-murid Homeschooling Bintang saat menyerahkan donasi hasil tabungan mereka, mengajarkan kita satu hal: bahwa kepedulian dan empati adalah karakter yang harus dipupuk sejak dini.

Terima kasih kepada orang tua hebat dan segenap pihak yang telah berpartisipasi. Semoga bantuan kecil ini membawa manfaat dan kehangatan bagi sesama. 🧡

Lokasi Bakti Sosial:
📍Yayasan Karya Luhur BINA KASIH
📍Yayasan Mizan Amanah Tenggilis
📍LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) Muhammadiyah Medokan

_______
Ingin tahu lebih banyak seputar Homeschooling?
Yuk kepoin kami:

Instagram / TikTok : @homeschoolingbintang
YouTube : Homeschooling Bintang
Website : homeschoolingbintang.sch.id
Whatsapp : 081234 33 2011

#HomeschoolingBintang #BaktiSosial #PelajaranHidup #BelajarBerbagi #KarakterAnak

Read More

Cooking Class “Taco Pancake” with Homeschooling Bintang

Wah, seru sekali melihat binar mata anak-anak saat menjadi “Chef Cilik” hari ini! 🌮✨

Di Homeschooling Bintang, Kami selalu percaya bahwa dapur adalah laboratorium terbaik untuk belajar. Kali ini, kegiatan Cooking Class kami bertema Taco Pancake. Mulai dari menimbang tepung, mengaduk adonan, hingga menata topping warna-warni, semuanya dilakukan dengan penuh antusiasme!

Mengapa Belajar Memasak itu Penting?
Bagi kami, memasak bukan sekadar menyiapkan makanan, tapi tentang membangun kemandirian dan karakter sejak dini. Berikut alasannya:

✅ Melatih Motorik & Fokus: Mengaduk dan menuang adonan melatih koordinasi tangan dan mata.

✅ Belajar Sains & Matematika: Menghitung takaran bahan dan melihat perubahan tekstur adonan adalah praktik nyata dari teori di buku.

✅ Meningkatkan Kepercayaan Diri: Ada rasa bangga yang luar biasa saat anak berhasil menyajikan masakan hasil karyanya sendiri.

✅ Keterampilan Hidup (Life Skills): Memasak adalah bekal dasar agar anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri di masa depan.

Melihat mereka lahap menyantap Taco Pancake buatannya sendiri adalah reward terbaik bagi kami para pendidik. Ternyata, belajar itu memang paling asyik kalau bisa dirasakan, dicium aromanya, dan dimakan hasilnya! 😋

_____
Ingin tahu lebih lanjut tentang kami?
Yuk hubungi kami di:
📷 @homeschoolingbintang
🤳 081234332011
📍 Jl. Sidosermo Airdas Kav A7, Surabaya

Read More

Homeschooling Bintang Free Trial Class 09 Februari 2026 Rasakan Serunya Belajar Tanpa Batas!

[FREE ONLINE TRIAL CLASS] Rasakan Serunya Belajar Tanpa Batas!
Apakah Ayah/Bunda sedang mencari alternatif sekolah yang lebih personal? Atau ingin anak lebih fokus pada minatnya sambil tetap mengejar kurikulum nasional? Yuk, intip “dapur” pembelajaran kami!

📅 Catat Waktunya:
Hari/Tanggal: Sabtu, 7 Februari 2026

Media: Zoom Meeting (Link akan dibagikan via WhatsApp)

Jenjang: SD, SMP, dan SMA

Kenapa Harus Ikutan?
✅ Interactive Learning: Bukan cuma dengerin guru ngomong, tapi anak diajak aktif bereksplorasi.

✅ Meet the Mentors: Kenalan langsung dengan kakak-kakak pengajar yang asik dan suportif.

✅ Curriculum Peek: Lihat bagaimana kami mengemas materi pelajaran menjadi lebih aplikatif.

✅ Consultation: Sesi tanya jawab santai seputar sistem homeschooling.

“Setiap anak adalah bintang, mereka hanya butuh langit yang tepat untuk bersinar.” 🌟

🔎 Gimana Cara Daftarnya?
Kuota terbatas ya, Ayah/Bunda! Kami ingin memastikan sesi ini tetap kondusif agar setiap anak bisa berinteraksi.

1️⃣ Klik link di bio profil kami.

2️⃣ Pilih menu “Daftar Trial Class 7 Feb”.

3️⃣ atau bisa langsung klik link berikut -> bit.ly/FormPendaftaranFTC-HSB

4️⃣ Isi data diri singkat, dan selesai!

💰 GRATIS tanpa dipungut biaya apapun. Saatnya beri kesempatan putra-putri kita mencoba pengalaman belajar baru yang lebih menyenangkan dan bermakna.

Sampai bertemu di kelas virtual, ya! 🎓✨

Read More

Ikuti Trial Class Online Gratis Jenjang SD, SMP, dan SMA

Tahun Baru, Semangat Belajar Baru! ✨🎇

Halo Parents, apakah salah satu resolusi di tahun 2026 ini adalah memberikan pendidikan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan minat si kecil? Yuk, ikutan Free Online Trial Class kami! 🚀

Di sini, anak-anak nggak cuma belajar materi, tapi juga mengasah kreativitas dan rasa ingin tahu dengan cara yang seru.

Kenapa harus ikut?
✅ Bebas biaya pendaftaran trial.
✅ Materi disesuaikan dengan kebutuhan anak.
✅ Konsultasi singkat mengenai kurikulum homeschooling untuk jenjang SD, SMP dan SMA.

🗓️ Cek jadwal lengkap pada postingan ini
🔗 Daftar sekarang di: bit.ly/FormPendaftaranFTC-HSB. Kuota terbatas!

Info lebih lanjut hubungi kami di:
📱081234332011

Untuk jenjang SD Kelas 1-3 :

 

 

 

 

 

 

 

Untuk jenjang SD Kelas 4-6 :

 

 

 

 

 

 

Untuk jenjang SMP Kelas 7-9 :

 

 

 

 

 

 

Untuk jenjang SMA Kelas 10-12 :

 

 

 

 

 

 

#OnlineClass #Homeschooling #HomeschoolingBintang #TrialClass #SekolahOnline #ParentingLife

Read More

Makna Tema dan Logo Resmi Hari Guru Nasional 2025 “Guru Hebat, Indonesia Kuat”

Makna Tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” menegaskan kembali bahwa guru bukan sekadar pengajar materi akademik, tetapi juga agen perubahan dan pilar peradaban.

Dalam Panduan Penyelenggaraan Bulan Guru Nasional 2025 yang diterbitkan oleh Kemendikdasmen, tema ini dilihat sebagai simbol komitmen untuk memperkokoh budaya keteladanan, praktik baik, dan transformasi ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

“Hebat” berarti guru memiliki kompetensi tinggi, kreativitas, serta dedikasi untuk terus memperbaiki metode mengajar dan interaksi dengan murid.
“Indonesia Kuat” mencerminkan masa depan bangsa yang bersandar pada generasi berpendidikan dan berkarakter, yang dibentuk oleh guru hebat tersebut.

Berdasarkan laporan media, Kemendikdasmen merilis logo HGN 2025 dengan tiga varian warna: berwarna, hitam, dan putih.Filosofi logo menurut sumber mencakup:

  • Sosok guru dan murid: figur sosok guru yang digambarkan sebagai sosok teladan, dengan murid-murid di sekitarnya.
  • Hati emas: melambangkan kasih sayang dan dedikasi guru yang mengajar dengan hati.
  • Buku terbuka: simbol ilmu pengetahuan dan keterbukaan dalam proses pembelajaran.
    Logo ini dirancang agar mudah digunakan di berbagai media — spanduk, poster, digital — dalam rangka menyemarakkan peringatan Bulan Guru Nasional.
Read More

Kelas Trial Online Gratis di Homeschooling Bintang Surabaya

Halo Moms and Dads 🙌

Bingung cari sekolah yang cocok dengan gaya belajar anak? 🤔

Homeschooling Bintang Surabaya menawarkan kurikulum yang fleksibel, guru berpengalaman dan metode belajar personal yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa.

Buktikan sendiri di *Kelas Trial Online GRATIS* kami!

Apa yang akan didapat?

🔸Sesi interaktif via Zoom
🔸Materi pelajaran yang menarik
🔸Konsultasi singkat dengan pengajar

🗓️ Cek jadwal lengkap di slide postingan ini
🔗 Daftar sekarang di: bit.ly/FormPendaftaranFTC-HSB

Info lebih lanjut hubungi kami di:
📱081234332011

Jangan lewatkan kesempatan ini! 🎉

#homeschoolingdisurabaya #homeschoolingsurabaya #homeschoolingbintang

Read More

Pencapaian Fantastis Juara Olimpiade Bahasa Inggris

Selamat dan bangga luar biasa untuk Florence Annabel Madelyn Hehakaya! 🎉✨

Silver Medalist Olimpiade Generasi Emas Nusantara (OGEN) 2025 Bahasa Inggris Jenjang SMP adalah sebuah pencapaian fantastis.

Kami di Homeschooling Bintang bukan hanya bangga pada medali dan gelar ini, tetapi juga pada kedisiplinan, ketekunan, dan jam-jam belajar sunyi yang telah kamu lalui. Proses hebat selalu melahirkan hasil yang hebat.

Keep shining bright! We are so proud of your dedication. 💖

#OGEN2025 #GenerasiEmasNusantara #EnglishOlympiad #ProudTeacher

Read More

Serius Bermain Demi Raih Prestasi Atlet Proplayer Free Fire Homeschooling Bintang

Awalnya saya bermain hanya untuk senang senang, tetapi ada moment dimana saya bertemu pro player di suatu turnamen dan saya bisa dapetin juara. dari situ terbuka pikiran kalau saya bisa bersaing bersama pro player lainya.Mungkin kalau diambil sisi positifnya, setelah saya fokus dalam kompetisi e-sport Free Fire ini bisa merubah pikiran saya yang sebelumnya labil dalam mengambil keputusan, sehingga saat ini saya lebih bisa membuat keputusan lebih baik dengan berpikir lebih dari sekali sebelum menindaklanjuti sesuatu.

semua yang mengikuti lomba udah pasti ragu, begitupun saya sendiri, jadi yang kita bisa lakukan adalah berdoa, percaya diri bahwa bisa lewatin dan meraih semuanya. Dan paling penting ikhlas apapun yang terjadi ke depannya sebelum memulai.

Menurut saya orang tua saya selalu support dan percaya kepada saya. Dan ketika saya mendapatkan juara perasaan mereka senang dan bahagia.

Ada sebuah turnamen yang kemudian saya menjanjikan kepada orang tua untuk dapat juara, waktu itu sudah yakin untuk juara dan hasilnya pulang membawa medali. untuk awal membedakannya susah tetapi waktu itu saya membuktikan bahwa saya serius ketika dari turnamen kecil yang diadakan di kota kemudian saya meraih medali, selanjutnya ketika ada kejuaraan walikota dan mewakili daerah, dari situ saya membuktikan kalau saya bermain untuk prestasi, bukan hanya main-main.

Perubahan yang saya alami setelah saya serius menekuni minat saya di bidang e-sport ini, saya sekarang jadi berpikir dulu sebelum bertindak serta lebih mandiri daripada sebelumnya.

Peran orang tua yang saya rasakan adalah orang tua selalu memberikan support dan selalu memberi izin pergi keluar kota untuk mengikuti turnamen.

Pesan untuk orang tua di luar sana adalah harus tetap sabar mendampingi putra-putrinya dalam menekuni bakat dan minatnya. Serta harus ikhlas dengan sesuatu yang dikerjakan oleh putra-putrinya. Sebab ayah bunda adalah orang tua yang hebat dan luar biasa.

 

Read More

Perjalanan Menjadi Sang Juara di Homeschooling Bintang

Aby sejak kecil telah saya biasakan bilingual, mulai pengenalan angka, huruf, bentuk, warna, dan anggota tubuh. Komunikasi kami sehari-hari menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi saya ingin agar Aby sudah terlatih sejak dini mengenal bahasa asing, terutama untuk kosakata maupun pengucapan yang benar.

Sejak usia 4.5 tahun, Aby sudah bergabung dengan salah satu lembaga kursus bahasa Inggris di level Small Stars. Dia senang belajar di lembaga tersebut, sampai akhirnya harus berhenti karena pandemi. Kemudian, berbagai kursus Bahasa Inggris saya coba. Lucunya, saya waktu itu iseng memasukkannya ke salah satu kursus yang biayanya murah. Ternyata kelas besar dan tutornya tidak melafalkan beberapa kata dengan benar. Aby langsung protes 😁

Setelahnya, saya masukkan dia ke Lembaga Kursus lainnya. Dia enjoy sampai paket belajarnya habis.

Akhirnya, saya kembalikan dia di Lembaga Kursus yang pertama kali diikuti dan sudah di level Trailblazer ( dua level setelah Small Stars).

Pemicunya mungkin karena saya juga suka Bahasa Inggris dan saya terbiasa mendengarkan lagu berbahasa Inggris. Mungkin dari situ Aby akhirnya tertarik dengan Bahasa Inggris.

Biasanya, anak-anak masih berubah-ubah soal cita-cita. Namun, Aby selalu mengatakan bahwa dia ingin menjadi seorang dokter spesialis anak.

Bahasa Inggris yang fluent menurut saya akan berguna dalam bidang apa pun. Jadi, kami sebagai orang tua akan mengarahkan potensinya untuk bisa berada dalam jalur menuju cita-citanya.

Kalau soal kemampuannya berbahasa Inggris, tentunya meningkat dan saya terus mendorong dia untuk lebih meningkatkan kemampuannya.

Aby sekarang ini lebih suka mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris. Dia juga mulai membaca cerita pendek berbahasa Inggris yang selalu ada pesan moralnya.

Aby tipe anak yang easy going. Kalaupun ada keraguan, dia bisa mengatasinya dengan baik. Meskipun begitu, kami tetap mendorong dia untuk melakukan persiapan dalam menghadapi apa pun, termasuk lomba.

Tantangan terbesar adalah membuat Aby terlibat percakapan berbahasa Inggris. Saya pernah bikin jadwal English Day di rumah, tetapi mendadak Aby menjadi anak yang pendiam 😁

Namun, ketika dia berada bersama teman-temannya saat kursus, komunikasi bisa berjalan.

Saat saya baca pengumuman itu, hal pertama yang terjadi pada saya adalah menangis dan memohon ampun kepada Allah karena saya sempat meragukan kemampuan Aby.

Seperti saya katakan sebelumnya, Aby tipe easy going. Dia anaknya mengalir, seratus delapan puluh derajat berbeda dengan saya. Bagi saya, persiapan itu penting. Bagi Aby, ketika dia sudah merasa bisa, itu cukup.

Nah, inilah tantangan saya dalam mendidik Aby. Akhirnya, saya mix. Dia tetap harus melakukan persiapan, tapi waktunya dia yang tentukan.

Jadi, saya merasa berdosa pernah meragukan kemampuan Aby. Sebenarnya saya percaya dengan kemampuannya, tetapi melihatnya tidak melakukan persiapan itu, menimbulkan kekhawatiran.

Muncul rasa bangga pada dirinya. Medalinya digantung di atas cermin 😁

Kalau perubahan, saya rasa tidak ada, ya. Aby memang anak yang percaya diri. Dia akan mengutarakan pendapatnya tanpa ragu. Dia akan bertanya kalau dia rasa ada yang tidak dia pahami. Dia akan mendebat jika dia rasa ada cara lain untuk meraih tujuan yang sama.

Mengetahui minat dan bakat anak itu butuh kesabaran dan usaha. Terlebih, jika tipe anaknya seperti Aby, dominan dan kritis.

Aby bisa melakukan banyak hal dengan baik, tetapi tidak semua disertai mood yang pas. Jadi, ketika dia merasa tidak mood atau tidak suka, hal yang sebenarnya dia bisa lakukan dengan baik, tidak dia lakukan.

Nah, mengenali bakat dan minat anak butuh waktu. Proses selanjutnya adalah memberikan pengertian bahwa dia berbakat dan berminat di bidang ini dan itu. Kemudian, mengarahkan dan mendukung juga merupakan bagian penting untuk membuat anak benar-benar merasa bahwa “yes, it’s me”.

Alhamdulillah, Aby tidak kecanduan gadget. Ketika dia akses Youtube, dia mencari segala informasi tentang hal-hal yang dia suka: soal lampu, ikan hias, astronomi, dan pengetahuan tentang kesehatan.

Aby juga berkegiatan di sekolah metaverse di after school program. Di sini dia berhubungan dengan dunia digital. Dia banyak menggunakan komputer karena dunia di sekolah itu full digital. Aby sangat menyukainya.

Sejak kecil, Aby juga suka angka-angka. Kebetulan, saya juga suka Matematika. Akhirnya, saya masukkan ke salah satu lembaga kursus matematika sewaktu kelas V SD dan saat ini Aby sudah berada di dua level di atas kelas V SD yaitu di Matematika kelas VII. Hal ini membuat Aby meraih KUMON Award dan mendapatkan piala yang ceremony-nya akan diadakan di bulan Desember nanti.

Jadi, bagi saya, tidak ada hal yang Aby lakukan dan saya anggap main-main. Saya biasanya akan memberikan beberapa level respons. Kalau sampai di level respons 2, Aby masih fokus, berarti potensinya ada. Tapi, kalau di level 2 respons turun dan beralih ke hal lain, maka tidak saya teruskan.

Bedanya, anak bertumbuh. Pembelajaran dia bersifat maju. Sedangkan orang tua, belajar untuk membersamai dengan memahami karakter anak. Kadang, karakter anak berbeda dengan ibu atau ayah. Di sinilah, orang tua harus mampu mengelola ego agar tercipta proses belajar bersama-sama yang menyenangkan.

Read More