Sosialisasi Semester Genap Tahun Telajaran 2025/2026 Homeschooling Bintang

Sosialisasi tahun ajaran 2025/2026 Homeschooling Bintang Surabaya  merujuk pada kegiatan penting di awal tahun ajaran baru untuk menginformasikan program, kurikulum, dan tata tertib sekolah kepada siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah. Tujuannya adalah menciptakan pemahaman yang sama dan membangun kerja sama. Tujuan Utama Sosialisasi Tahun Ajaran:

  • Mengenalkan Lingkungan Sekolah: Membantu peserta didik baru merasa nyaman dan aman, menumbuhkan motivasi, serta interaksi positif dengan warga sekolah lainnya.
  • Menyampaikan Informasi Penting: Menginformasikan visi, misi, program unggulan, kegiatan ekstrakurikuler, cara belajar, dan peraturan yang berlaku.
  • Meningkatkan Partisipasi dan Kualitas Pendidikan: Dengan pemahaman yang sama, diharapkan partisipasi orang tua dan masyarakat meningkat, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan.
  • Membangun Komunikasi: Menjadi jembatan komunikasi antara pihak sekolah (guru dan staf) dengan orang tua/wali murid untuk menjalin kerja sama yang efektif.

Materi yang Umum Disosialisasikan

  • Struktur Kurikulum: Penjelasan tentang mata pelajaran, metode pembelajaran, dan asesmen (penilaian) yang akan diterapkan.
  • Tata Tertib dan Disiplin: Aturan perilaku, seragam, kehadiran, dan konsekuensi pelanggaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
  • Program dan Kegiatan Sekolah: Jadwal kegiatan rutin, ekstrakurikuler, dan acara khusus sepanjang tahun ajaran.
  • Kalender Akademik: Tanggal penting seperti hari libur, ujian, dan pembagian rapor.
  • Per;an Orang Tua: Harapan sekolah terhadap keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar siswa di rumah dan di sekolah.

NB : Download Materi Sosialisasi Semester Genap Tahun Telajaran 2025/2026 Homeschooling Bintang

Read More

Perjalanan Menjadi Sang Juara di Homeschooling Bintang

Aby sejak kecil telah saya biasakan bilingual, mulai pengenalan angka, huruf, bentuk, warna, dan anggota tubuh. Komunikasi kami sehari-hari menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi saya ingin agar Aby sudah terlatih sejak dini mengenal bahasa asing, terutama untuk kosakata maupun pengucapan yang benar.

Sejak usia 4.5 tahun, Aby sudah bergabung dengan salah satu lembaga kursus bahasa Inggris di level Small Stars. Dia senang belajar di lembaga tersebut, sampai akhirnya harus berhenti karena pandemi. Kemudian, berbagai kursus Bahasa Inggris saya coba. Lucunya, saya waktu itu iseng memasukkannya ke salah satu kursus yang biayanya murah. Ternyata kelas besar dan tutornya tidak melafalkan beberapa kata dengan benar. Aby langsung protes 😁

Setelahnya, saya masukkan dia ke Lembaga Kursus lainnya. Dia enjoy sampai paket belajarnya habis.

Akhirnya, saya kembalikan dia di Lembaga Kursus yang pertama kali diikuti dan sudah di level Trailblazer ( dua level setelah Small Stars).

Pemicunya mungkin karena saya juga suka Bahasa Inggris dan saya terbiasa mendengarkan lagu berbahasa Inggris. Mungkin dari situ Aby akhirnya tertarik dengan Bahasa Inggris.

Biasanya, anak-anak masih berubah-ubah soal cita-cita. Namun, Aby selalu mengatakan bahwa dia ingin menjadi seorang dokter spesialis anak.

Bahasa Inggris yang fluent menurut saya akan berguna dalam bidang apa pun. Jadi, kami sebagai orang tua akan mengarahkan potensinya untuk bisa berada dalam jalur menuju cita-citanya.

Kalau soal kemampuannya berbahasa Inggris, tentunya meningkat dan saya terus mendorong dia untuk lebih meningkatkan kemampuannya.

Aby sekarang ini lebih suka mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris. Dia juga mulai membaca cerita pendek berbahasa Inggris yang selalu ada pesan moralnya.

Aby tipe anak yang easy going. Kalaupun ada keraguan, dia bisa mengatasinya dengan baik. Meskipun begitu, kami tetap mendorong dia untuk melakukan persiapan dalam menghadapi apa pun, termasuk lomba.

Tantangan terbesar adalah membuat Aby terlibat percakapan berbahasa Inggris. Saya pernah bikin jadwal English Day di rumah, tetapi mendadak Aby menjadi anak yang pendiam 😁

Namun, ketika dia berada bersama teman-temannya saat kursus, komunikasi bisa berjalan.

Saat saya baca pengumuman itu, hal pertama yang terjadi pada saya adalah menangis dan memohon ampun kepada Allah karena saya sempat meragukan kemampuan Aby.

Seperti saya katakan sebelumnya, Aby tipe easy going. Dia anaknya mengalir, seratus delapan puluh derajat berbeda dengan saya. Bagi saya, persiapan itu penting. Bagi Aby, ketika dia sudah merasa bisa, itu cukup.

Nah, inilah tantangan saya dalam mendidik Aby. Akhirnya, saya mix. Dia tetap harus melakukan persiapan, tapi waktunya dia yang tentukan.

Jadi, saya merasa berdosa pernah meragukan kemampuan Aby. Sebenarnya saya percaya dengan kemampuannya, tetapi melihatnya tidak melakukan persiapan itu, menimbulkan kekhawatiran.

Muncul rasa bangga pada dirinya. Medalinya digantung di atas cermin 😁

Kalau perubahan, saya rasa tidak ada, ya. Aby memang anak yang percaya diri. Dia akan mengutarakan pendapatnya tanpa ragu. Dia akan bertanya kalau dia rasa ada yang tidak dia pahami. Dia akan mendebat jika dia rasa ada cara lain untuk meraih tujuan yang sama.

Mengetahui minat dan bakat anak itu butuh kesabaran dan usaha. Terlebih, jika tipe anaknya seperti Aby, dominan dan kritis.

Aby bisa melakukan banyak hal dengan baik, tetapi tidak semua disertai mood yang pas. Jadi, ketika dia merasa tidak mood atau tidak suka, hal yang sebenarnya dia bisa lakukan dengan baik, tidak dia lakukan.

Nah, mengenali bakat dan minat anak butuh waktu. Proses selanjutnya adalah memberikan pengertian bahwa dia berbakat dan berminat di bidang ini dan itu. Kemudian, mengarahkan dan mendukung juga merupakan bagian penting untuk membuat anak benar-benar merasa bahwa “yes, it’s me”.

Alhamdulillah, Aby tidak kecanduan gadget. Ketika dia akses Youtube, dia mencari segala informasi tentang hal-hal yang dia suka: soal lampu, ikan hias, astronomi, dan pengetahuan tentang kesehatan.

Aby juga berkegiatan di sekolah metaverse di after school program. Di sini dia berhubungan dengan dunia digital. Dia banyak menggunakan komputer karena dunia di sekolah itu full digital. Aby sangat menyukainya.

Sejak kecil, Aby juga suka angka-angka. Kebetulan, saya juga suka Matematika. Akhirnya, saya masukkan ke salah satu lembaga kursus matematika sewaktu kelas V SD dan saat ini Aby sudah berada di dua level di atas kelas V SD yaitu di Matematika kelas VII. Hal ini membuat Aby meraih KUMON Award dan mendapatkan piala yang ceremony-nya akan diadakan di bulan Desember nanti.

Jadi, bagi saya, tidak ada hal yang Aby lakukan dan saya anggap main-main. Saya biasanya akan memberikan beberapa level respons. Kalau sampai di level respons 2, Aby masih fokus, berarti potensinya ada. Tapi, kalau di level 2 respons turun dan beralih ke hal lain, maka tidak saya teruskan.

Bedanya, anak bertumbuh. Pembelajaran dia bersifat maju. Sedangkan orang tua, belajar untuk membersamai dengan memahami karakter anak. Kadang, karakter anak berbeda dengan ibu atau ayah. Di sinilah, orang tua harus mampu mengelola ego agar tercipta proses belajar bersama-sama yang menyenangkan.

Read More

Ikutilah Open House & Trial Class Homeschooling Bintang, Gratis!

Ikutilah Open House & Trial Class Homeschooling Bintang, Gratis!

Hai semua!
Kalian bingung liburan buat ngapain?
Tenang, tenang, tenang! buat kalian yang mencari kegiatan untuk liburan, gimana kalau ikutan OPEN HOUSE DAN TRIAL CLASS di HOMESCHOOLING BINTANG! dijamin seru dan tentunya “GRATIS!!!”

OPEN HOUSE DAN FREE TRIAL CLASS ini tersedia mulai jenjang Preschool, SD, SMP, dan SMA ya. Kegiatannya bisa diikuti secara ONLINE dan OFFLINE pada hari Sabtu, 12 Juli 2025

Kira-kira kegiatannya ngapain aja sih?!
Kita akan diajak buat seru-seruan bareng dan merasakan gimana sih serunya pembelajaran di Homeschooling Bintang.

Belajar nggak hanya butuh teori aja ya, tapi kita juga langsung diajak praktik dan berkegiatan bareng dengan menyenangkan loh!

mau yang lebih seru?
dapatkan diskon spesial 35% Potongan Uang Pangkal dan doorprize menarik loh!!

Pasti penasaran kan!
Tunggu apa lagi. Yuk segera daftar! informasi lebih lanjut bisa klik link berikut ya!

Daftar di sini: bit.ly/DaftarFTCHsBintang2025

Cuss… cari infonya di sini ya:
📞 081234332011
🌐 homeschoolingbintang.sch.id
IG   @homeschoolingbintang
📍 Sidosermo Airdas Kav. A7, Surabaya

#sekolahprivat #suasanarumah #homeschooling #homeschoolingbintang
#homeschoolingsurabaya
#homeschoolingdisurabaya
#homeschoolingsurabayaselatan
#homeschoolingdisidoarjo
#homeschoolingmojokerto
#homeschoolinggresik
#homeschoolingmalang
#fypppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp
#fypシ❤️💞❤️
#fypreelsシ゚viralシ

Read More

“DIY Mirror Clay” Life Skill Class Homeschooling Bintang

DIY Mirror Clay adalah salah satu kerajinan yang dibuat dalam kegiatan Life Skill Class di Homeschooling Bintang Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Jumat, 16 Mei 2025. Seperti apa kegiatannya yuk simak video berikut ini!

Tertarik untuk mencoba?
Yuk simak alat, bahan, dan langkah-langkah pembuatannya berikut ini:

PETUNJUK LIFE SKILL CLASS PESERTA DIDIK PAKET A, B, dan C
Kerajinan “Mirror Clay”
Alat dan bahan:
 Clay
 Cermin
 Lem Tembak

Langkah kerja:
Membentuk Clay sesuai bentuk yang diinginkan :
1. Siapkan clay dengan warna yang diinginkan untuk bentuk yang akan dibuat. Disini kita akan membuat bentuk bunga. Bentuk bunga memerlukan tiga variasi warna yaitu untuk kelopak bunga, bagian tengah bunga, dan putik bunga.
2. Remas-remas sebentar agar clay menjadi lentur dan mudah untuk dibentuk.
3. Langkah selanjutnya untuk membuat kelopak bunga, bentuk clay menjadi lima bulatan dengan ukuran sesuai keinginan.
4. Jika sudah menjadi lima bulatan, setelah itu rekatkan satu persatu bulatan tersebut dengan satu sama lain hingga menjadi bentuk bunga. (Perhatikan tutorial videl LSC)
5. Setelah kelopak bunga sudah terbentuk, selanjutnya ambil sedikit clay dengan warna yang berbeda untuk bagian tengah bunga.
6. Bentuk menjadi bulatan kecil atau sesuai dengan ukuran kelopak bunga yang sudah tersusun tadi. (Perhatikan tutorial video LSC)
7. Tempelkan bagian tengah bunga di atas kelopak yang sudah tersusun.
8. Selanjutnya lakukan hal yang sama, ambil sedikit clay dengan warna yang berbeda untuk membentuk putik bunga.
9. Bentuk menjadi bulatan yang lebih kecil daripada bentuk bagian tengah bunga. Lalu tempelkan bulatan tersebut ditengah sesuai dengan posisi masing-masing kelopak hingga membentuk seperti putik bunga.
10. Agar clay yang sudah dibentuk tersebut dapat terlihat seperti bunga pada aslinya, tambahkan pola garis pada bagian tengah kelopak bunga satu persatu menggunakan alat yang sudah tersedia di dalam kemasan clay. (Perhatikan tutorial video LSC)
11. Rapikan ketiga bagian tersebut (kelopak, bagian tengah, putik) hingga terlihat seperti bentuk bunga pada umumnya.
12. Tidak hanya bentuk bunga, silahkan membuat bentuk karakter lain sesuai dengan keinginan masing-masing.
13. Buatlah bentuk clay dengan jumlah yang cukup banyak sampai jumlah tersebut pas untuk digunakan mengelilingi cermin yang kalian gunakan.

Pengeringan dan Pemasangan di Cermin:
1. Keringkan clay terlebih dahulu kurang lebih 10-15 menit.
2. Setelah bunga dan bentuk-bentuk lainnya sudah benar-benar kering, tata clay tersebut di bagian pinggir-pinggir cermin sesuai keinginan, hingga semua sisi cermin tertutup sempurna.
3. Kemudian, oleskan lem tembak di bagian belakang bunga atau bentuk lainnya.
4. Tempelkan dengan hati-hati pada permukaan cermin. Tekan perlahan dan tahan beberapa saat agar lem merekat dengan baik.
5. Lakukan hal yang sama satu persatu hingga semua bentuk tertempel pada cermin.
6. Biarkan lem mongering sepenuhnya sebelum menggerakan atau membersihkan cermin.
7. Setelah semuanya menempel dan tertata rapi, DIY mirror clay sudah siap digunakan. 😉

Pengen tahu lebih banyak lagi kegiatan seru lainnya di Homeschooling Bintang?
Yuk cari infonya di sini ya:
📞 081234332011
🌐 homeschoolingbintang.sch.id
📍 Sidosermo Airdas Kav. A7, Surabaya  

 

Read More

Homeschooling Alternatif Pendidikan Berkualitas dan Fleksibel

Homeschooling telah menjadi pilihan pendidikan yang populer di Indonesia, terutama setelah pandemi COVID-19. Namun, masih banyak orang tua yang ragu-ragu untuk memilih homeschooling sebagai pilihan pendidikan untuk anak-anak mereka. Ini adalah sistem pendidikan yang memungkinkan anak-anak belajar di rumah dengan bimbingan orang tua atau tutor. Anak-anak dapat belajar dengan fleksibilitas waktu dan tempat yang lebih luas, serta memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minat mereka.


Homeschooling dapat dilaksanakan secara online atau offline, tergantung pada kebutuhan dan preferensi orang tua.

Kelebihan:

  1. Fleksibilitas: Anak-anak dapat belajar dengan fleksibilitas waktu dan tempat yang lebih luas.
  2. Kualitas pendidikan: Orang tua dapat memantau kualitas pendidikan anak-anak mereka dengan lebih baik.
  3. Kenyamanan: Anak-anak dapat belajar dalam lingkungan yang lebih nyaman dan aman.

    Tips Sukses:

    1. Siapkan ruang belajar khusus: Pastikan anak-anak Anda memiliki ruang belajar yang nyaman dan aman.
    2. Buatlah rutinitas dan jadwal: Buatlah rutinitas dan jadwal belajar yang terstruktur dan konsisten.
    3. Ketahui minat dan kelebihan anak: Pastikan Anda mengetahui minat dan kelebihan anak-anak Anda untuk memilih kurikulum yang tepat.

    Homeschooling adalah alternatif pendidikan yang berkualitas dan fleksibel. Dengan memahami konsep homeschooling, kelebihan dan kekurangan, serta tips sukses dalam melaksanakan homeschooling, orang tua dapat membuat keputusan yang tepat untuk anak-anak mereka.

    Informasi lebih lanjut klik link berikut ini!

    Artikel ini disusun oleh:
    Silvi Putri Margareta
    Mahasiswa Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Universitas Negeri Surabaya
    dari S1 Pendidikan Luar Sekolah

    Referensi

    Faizal, F. S. D., & Rahma, H. (2024). Pengaruh homeschooling terhadap proses belajar mengajar. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran| E-ISSN: 3026-6629, 2(2), 597-605.

    Ferdiansyah, M., Dwiono, S., & Olga, L. (2024). Peningkatan Kualitas Pendidikan Anak Luar Sekolah (Homeschooling) Melalui Pelatihan dan Bimbingan Bagi Orang Tua di Bandar Lampung. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 5(1), 53-61.

    Saputra, A., Srh, A. H., & Gusmaneli, G. (2024). Pengaruh Homeschooling Terhadap Perkembangan Kecerdasan Emosional Anak. Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru, 1(2), 88-100.

    @homeschoolingbintang,(2025, Maret, 5). Belajar Bangun Datar Sambil Baca Buku Cerita. Instagram. Di ambil dari (https://www.instagram.com/reel/DGze5u2P8bO/?igsh=MXgxZjVvaGl6bzd5cw%3D%3D) pada 18 Maret 2025.

    Read More

    Membangun Kebiasaan Belajar yang Baik: Tips untuk Pemula

    Membangun kebiasaan belajar yang baik memang tidak semuda membalikkan telapak tangan, namun ada proses atau tahapan yang dilalui, meskipun sudah direncanakan dengan matang namun jika hal itu tidak dilakukan maka percuma saja.

    Belajar adalah proses yang tak terhindarkan dalam kehidupan. Entah itu untuk meraih tujuan akademis, mengembangkan keterampilan baru, atau sekadar memperkaya pengetahuan, setiap orang tentu pernah mengalami tantangan dalam menjalani proses belajar. Banyak yang merasa kesulitan untuk tetap fokus, terjebak dalam kebiasaan menunda-nunda, atau bahkan merasa cepat lelah saat belajar. Namun, dengan pendekatan yang tepat, belajar bisa menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan dan efektif. Dalam artikel ini, penulis akan membagikan berbagai tips membangun kebiasaan belajar yang baik agar dapat membantu para pembaca untuk bisa mengatasi tantangan-tantangan dalam belajar, tips ini dirancang untuk membantu pembaca belajar dengan lebih cerdas, bukan lebih keras. Apa saja tipsnya, Yuk pelajari tips membangun kebiasaan belajar yang baik berikut ini dengan saksama!

    1. Istirahat Yang Cukup : 6 – 8 Jam/Hari

    Tidur yang cukup bukan hanya untuk mengistirahatkan tubuh, tetapi juga sangat penting untuk kesehatan otak. Ketika kita tidur, otak memproses informasi yang telah kita pelajari sepanjang hari dan menyimpannya dalam memori jangka panjang. Oleh karena itu, pastikan tidur antara 6 hingga 8 jam setiap malam untuk memberi waktu bagi otak untuk beristirahat dan memulihkan diri. Tidur yang cukup akan membantu merasa lebih segar dan siap untuk belajar keesokan harinya. Tanpa istirahat yang cukup, fokus dan konsentrasi akan menurun, sehingga membuat proses belajar menjadi lebih sulit dan kurang efektif.

    1. Belajar di Ruangan yang Tenang

    Lingkungan yang tenang sangat memengaruhi kemampuan untuk fokus saat belajar. Suasana yang bebas dari gangguan, seperti suara bising atau interupsi, memungkinkan untuk lebih berkonsentrasi pada materi yang dipelajari. Pilihlah tempat yang nyaman, seperti ruang belajar atau sudut yang jauh dari keramaian rumah, sehingga bisa lebih fokus dalam memahami informasi. Lingkungan yang nyaman dan tenang juga dapat meningkatkan suasana hati dan membantu mengurangi stres. Pastikan pencahayaan cukup terang dan meja belajar rapi, karena lingkungan yang terorganisir membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan produktif.

    1. Belajar dengan Membaca Suara Keras

    Membaca materi dengan suara keras bisa menjadi teknik yang sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat. Ketika membaca keras-keras, otak tidak hanya memproses informasi secara visual, tetapi juga melalui pendengaran. Ini membantu memperkuat koneksi antara informasi yang dibaca dan yang didengar, sehingga meningkatkan retensi informasi. Selain itu, membaca keras juga dapat membantu untuk lebih fokus dan memperlambat kecepatan membaca, memberi lebih banyak waktu untuk mencerna informasi. Namun tips belajar yang satu ini sepertinya hanya bisa di terapkan ketika belajar di dalam ruangan saja, ketika kita belajar secara mandiri.


    Gambar 1 lp2m.uma.ac.id

    1. Belajar dengan Menghafal dan Menuliskan Kembali

    Teknik menghafal dan menuliskan kembali adalah salah satu cara terbaik menurut penulis untuk benar-benar memahami dan mengingat materi yang dipelajari. Ketika sedang menghafal, otak akan berusaha untuk menyimpan informasi dalam jangka panjang. Namun, jika hanya menghafal saja tidak cukup. Menuliskan kembali informasi yang telah dipelajari akan membantu memperkuat ingatan.


    Gambar 2 www.anakteknik.co.id

    Menuliskan materi secara aktif mengharuskan untuk memproses informasi dengan cara yang lebih mendalam. Dengan menulis, Anda juga mengorganisir informasi dengan cara yang memudahkan Anda mengingatnya ketika dibutuhkan. Anda bisa membuat ringkasan atau membuat catatan penting yang dapat membantu Anda dalam mengingat detail-detail yang perlu dikuasai.

     

    1. Belajar Sambil Mendengarkan Musik

    Nah yang terakhir ada beberapa orang yang merasa dirinya lebih fokus dan terinspirasi saat mendengarkan musik, terutama musik instrumental atau musik dengan tempo yang lembut. Musik dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan menenangkan, yang pada gilirannya bisa membantu mengurangi stres dan kecemasan yang sering muncul saat belajar. Namun, penting untuk memilih jenis musik yang tidak mengganggu konsentrasi. Anda bisa mencoba berbagai genre untuk melihat mana yang paling cocok untuk meningkatkan fokus saat belajar.


    Gambar 3 www.tagar.id

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips belajar yang bisa penulis sampaikan untuk bisa mengatasi tantangan-tantangan dalam belajar. Menghadapi berbagai hambatan dalam proses belajar adalah hal yang wajar, namun dengan strategi yang tepat, kita bisa menghadapinya dengan lebih efektif. Setiap individu memiliki cara dan kecepatan belajar yang berbeda, jadi penting untuk menemukan metode yang paling sesuai dengan diri kita.

     

    Daftar Pustaka

    Anak Teknik. 2025. “Untuk Kamu Mahasiswa, Yuk Kenalan dengan Cornell Note System.” Anak Teknik. Diakses pada 20 Maret 2025, dari https://www.anakteknik.co.id/107068039341868953562/articles/untuk-kamu-mahasiswa-yuk-kenalan-dengan-cornell-note-system#google_vignette.

    Ruang Mahasiswa. 2025. “Tips Belajar yang Wajib Diketahui.” Ruang Mahasiswa. Diakses pada 20 Maret 2025, dari https://ruangmahasiswa.com/info/11629/tips-belajar-yang-wajib-diketahui/.

    Gabriel. 2025. “5 Teknik Belajar yang Patut Dicoba Agar Belajar Makin Efektif.” Gramedia Literasi. Diakses pada 20 Maret 2025, dari https://www.gramedia.com/literasi/5-teknik-belajar-yang-patut-dicoba-agar-belajar-makin-efektif/.

     

    Read More

    Buket Bunga Dari Kancing Baju, Kreasi Anak Homeschooling

    Membuat Buket Bunga dari Kancing Baju adalah salah satu kegiatan Life Skill Class yang diselenggarakan oleh Homeschooling Bintang. Tujuannya adalah mengajarkan keterampilan hidup (life skills) kepada anak-anak atau remaja melalui proyek kerajinan tangan, karena hal ini adalah cara yang sangat efektif untuk mengasah kreativitas mereka, serta mengajarkan nilai-nilai seperti ketekunan, perencanaan, dan kerja tim. Salah satu proyek yang menarik dan bermanfaat dalam kelas life skill adalah membuat buket bunga dari kancing. Selain menghasilkan kerajinan yang indah, proyek ini juga mengajarkan banyak keterampilan praktis.

    Membuat kerajinan tangan adalah cara yang menyenangkan untuk mengekspresikan kreativitas dan menghasilkan barang-barang unik. Salah satu proyek kerajinan yang menarik adalah membuat buket bunga dari kancing baju. Selain dapat menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah, hasilnya pun bisa sangat cantik dan dekoratif. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat buket bunga dari kancing baju:

     Bahan yang Diperlukan:

    – Kancing baju (berbagai ukuran dan warna)

    – Renda atau pita untuk hiasan

    – Pot kecil atau wadah berbentuk ember

    – Kawat bunga atau kawat tipis

    – Lem tembak atau lem kuat

    – Jarum dan benang

    – Daun plastik atau daun kering (opsional)

    – Gunting

     Langkah-langkah Membuat Buket Bunga dari Kancing Baju:

    1. Mempersiapkan Wadah Buket

     Siapkan pot kecil atau wadah berbentuk ember yang akan digunakan sebagai tempat bunga. Anda bisa menggunakan pot plastik kecil atau wadah daur ulang yang ada di rumah. Jika ingin menambahkan sentuhan pribadi, Anda bisa menghias pot dengan kain, pita, atau cat untuk memberikan kesan lebih menarik.

    1. Membuat Bunga dari Kancing
    • Ambil beberapa kancing baju dengan berbagai ukuran dan warna yang sesuai dengan tema bunga yang ingin Anda buat. Pilih kancing yang memiliki lubang atau tanpa lubang, tergantung pada desain bunga yang diinginkan.
    • Untuk membuat bunga, pasang kancing pada kawat bunga. Ambil kawat dan masukkan melalui lubang kancing, jika kancing memiliki lubang. Jika tidak, Anda bisa menggunakan lem untuk menempelkan kancing pada kawat.
    • Bentuk kelopak bunga dengan menempelkan beberapa kancing pada kawat dengan pola melingkar atau menyusun kancing secara berlapis-lapis agar terlihat seperti kelopak bunga.
    1. Membuat Batang dan Daun

    Ambil kawat bunga yang lebih panjang untuk membuat batang bunga. Jika Anda ingin menambahkan daun, Anda bisa menggunakan daun plastik atau daun kering yang ditempelkan pada batang menggunakan lem. Anda juga bisa membuat daun dari kain atau kertas dengan cara melipatnya dan menjepitnya di sepanjang batang bunga.

    1. Menempelkan Bunga ke Wadah

    Setelah selesai membuat bunga dan batang, masukkan ujung kawat bunga ke dalam pot kecil atau wadah ember. Gunakan lem tembak atau lem kuat untuk memastikan kawat tertahan dengan baik di dalam pot. Jika Anda ingin menambahkannya dengan dekorasi lainnya, Anda bisa menutupi bagian atas pot dengan kain atau bahan hiasan lainnya.

    1. Finishing

     Setelah bunga dan batang terpasang dengan rapi, tambahkan pita atau renda di sekitar bagian luar pot untuk memberikan kesan lebih elegan. Anda bisa menggantungkan pot ini sebagai dekorasi di ruangan atau memberikannya sebagai hadiah unik untuk teman atau keluarga.

    Tips Tambahan:

    – Gunakan kancing dengan berbagai tekstur dan warna untuk menambah variasi pada bunga.

    – Untuk lebih variatif, kita bisa menambahkan beberapa bunga dengan ukuran yang berbeda dalam satu wadah.

    Membuat buket bunga dari kancing baju adalah cara yang menyenangkan untuk mendaur ulang bahan-bahan lama dan menghasilkan dekorasi yang unik. Dengan sedikit kreativitas, Anda dapat menghasilkan kerajinan yang cantik dan berguna, baik untuk hiasan rumah maupun sebagai hadiah spesial untuk orang tersayang.

     

    Artikel ini disusun oleh:
    Khanaya Talita
    Mahasiswa Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Universitas Negeri Surabaya
    dari Jurusan S1 Pendidikan Luar Biasa

    Read More

    Bakti Sosial di Bulan Ramadan Bersama Homeschooling Bintang

    Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos). PKBM Homeschooling Bintang, sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap sesama, menyelenggarakan kegiatan baksos di bulan Ramadhan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar yang melibatkan langsung siswa-siswanya. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, sekaligus untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas pada generasi muda. Kegiatan baksos yang dilaksanakan oleh PKBM Homeschooling Bintang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial siswa-siswa dalam membantu mereka yang kurang beruntung. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai berbagi, keikhlasan, dan pentingnya gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan ini, PKBM Homeschooling Bintang berharap dapat menanamkan semangat kepedulian yang akan terus tumbuh dalam diri mereka, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi sepanjang tahun.

    Dalam penyebaran titik lokasi Baksos Tahun ini  meliputi Daerah Sidosermo, margorejo,Prapen, Ngagel, Semolowaru, Bratang, BarataJaya, Tenggilis Dan Kendangsari. Tidak hanya siswa saja yang berpartisipasi namun ada kakak-kakak staff,  Tutor, dan kakak PLP.

    Kegiatan baksos yang dilaksanakan di bulan Ramadhan ini memberikan banyak manfaat, baik bagi penerima bantuan maupun bagi para siswa dan pengajar yang terlibat dalam kegiatan tersebut manfaatnya di antara lain Meningkatkan Kepedulian Sosial bagi Para siswa dan pengajar belajar untuk lebih peduli terhadap sesama, memahami pentingnya berbagi, dan mengembangkan rasa empati terhadap mereka yang membutuhkan. Mempererat Tali Silaturahmi Melalui kegiatan ini, hubungan antara PKBM Homeschooling Bintang dengan masyarakat sekitar semakin erat. Silaturahmi yang terjalin ini menjadi sarana yang baik untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam membangun lingkungan yang lebih baik. Mengajarkan Nilai-Nilai Kebaikan dalam Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, kebersamaan, dan kepedulian sosial kepada generasi muda. Dengan begitu, mereka tumbuh menjadi individu yang lebih peduli terhadap orang lain dan lingkungan sekitar.

     

    Artikel ini disusun oleh:
    Malla Rusdianah
    Mahasiswa Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Universitas Negeri Surabaya
    dari Jurusan S1 Pendidikan Luar Sekolah

    Read More

    Belajar dari Finlandia Rahasia Keberhasilan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia

    Finlandia dikenal memiliki sistem pendidikan yang unggul dan menjadi acuan bagi banyak negara. Salah satu kunci keberhasilannya adalah karena pendidikan di Finlandia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan anak secara menyeluruh. Pemerintah Finlandia telah berinvestasi besar-besaran dalam pendidikan selama beberapa dekade, sehingga pendidikan telah menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu faktor penting yang menyebabkan kesuksesan sistem pendidikan Finlandia adalah kepercayaan yang diberikan kepada guru-gurunya. Mereka diberikan kebebasan untuk mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Hal ini memungkinkan guru-guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mengajar, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih efektif.

    Selain itu, sistem pendidikan di sana juga menekankan pentingnya pengembangan keterampilan hidup, seperti keterampilan sosial, emosional, dan keterampilan berpikir kritis. Hal ini memungkinkan siswa untuk menjadi lebih siap menghadapi tantangan hidup di masa depan. Di Finlandia, pendidikan bukan hanya tentang menghafal materi, tetapi tentang mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan hidup. Guru-guru di Finlandia berperan sebagai mentor dan fasilitator yang membantu siswa mengembangkan potensi mereka. Metode pembelajaran di Finlandia juga unik, seperti Phenomenon-based learning yang berfokus pada pengalaman dan penemuan siswa. Dengan demikian, siswa di Finlandia siap menghadapi tantangan hidup di masa depan dan menjadi warga negara yang aktif dan produktif.

    Selain itu, apa yang membuat guru-guru di Finlandia begitu efektif dalam mengajar?

    Guru-guru di Finlandia memiliki otonomi yang tinggi dalam mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran. Mereka juga memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan dan pengetahuan mereka melalui pelatihan dan pendidikan lanjutan. Dengan demikian, guru-guru di Finlandia dapat menjadi mentor dan fasilitator yang efektif dalam membantu siswa mengembangkan potensi mereka.

    Bagaimana sistem pendidikan Finlandia dapat memastikan kualitas pendidikan yang sama bagi semua siswa?

    Sistem pendidikan Finlandia tidak memiliki tes atau ujian yang diwajibkan, kecuali satu ujian pada akhir tahun terakhir siswa di sekolah menengah atas. Selain itu, tidak ada juga pemeringkatan. Hal ini memungkinkan siswa berkembang secara maksimal tanpa perbandingan atau persaingan antar siswa, sekolah atau daerah. Sehingga, anak-anak Finlandia memiliki kesempatan yang baik untuk mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang sama, tidak peduli apakah mereka tinggal di pedesaan atau di kota.

    Lalu bagaimana sistem pendidikan Finlandia dapat menjamin kesetaraan dan inklusi bagi semua siswa?

    Sistem pendidikan Finlandia memiliki komitmen yang kuat untuk menjamin kesetaraan dan inklusi bagi semua siswa, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi. Hal ini dicapai melalui berbagai cara, seperti menyediakan pendidikan gratis bagi semua siswa, menyediakan dukungan tambahan bagi siswa yang memerlukan, dan mempromosikan budaya inklusi dan toleransi di sekolah-sekolah.

    Dengan demikian, sistem pendidikan Finlandia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Dengan fokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, keterampilan hidup, dan kesetaraan, Finlandia telah menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. Semoga pengalaman Finlandia dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara lain untuk mengembangkan sistem pendidikan yang berkualitas dan efektif.

     

    Artikel ini ditulis oleh:
    Zahra Ike Fidyayani
    Mahasiswa Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Universitas Negeri Surabaya
    dari Jurusan S1 Pendidikan Luar Sekolah

    References

    Absawati, H. (2020). Telaah Sistem Pendidikan Finlandia : Penerapan Sistem Pendidikan Terbaik Dunia Jenjang Sekolah Dasar. Jurnal Elementary : Kajian Teori Dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar, 3(2), 64–70. Http://Journal.Ummat.Ac.Id/Index.Php/Elementary/Article/View/2136

    Anggoro, S. (2017). Keberhasilan Pendidikan Finlandia.

    Read More

    Mengenal Lebih Dekat Tentang Homeschooling

    Homeschooling adalah sistem pendidikan non formal yang dimana anak-anak belajar di rumah atau di luar lingkungan sekolah formal dengan bimbingan orang tua, tutor, atau komunikasi pendidikan alternatif. Dalam hal ini memberikan kebebasan dalam menentukan jadwal, metode pembelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan sang anak, kurikulum yang disesuaikan serta fleksibel dalam belajar. Secara umum, homeschooling berfokus pada pembelajaran yang lebih personal, fleksibel, dan dapat disesuaikan dengan minat serta potensi sang anak, yang dimana berbeda dengan sistem sekolah formal yang memiliki standar dan jadwal yang sudah ditetapkan.

    Di Indonesia sendiri, homeschooling merupakan sistem pendidikan yang telah diakui secara legal di banyak negara termasuk di Indonesia dengan berbagai bentuk dan pendekatan. Hal ini juga tertuang pada peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 129 Tahun 2014. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa homeschooling adalah proses layanan pendidikan secara sadar dan terencana yang dilakukan oleh orangtua atau keluarga, baik itu di rumah atau pun di tempat lainnya dengan suasana yang kondusif.  

    Homeschooling dapat diikuti oleh siapa saja, asalkan memenuhi beberapa syarat dan kondisi yang mendukung metode pendidikan ini. Berikut adalah kelompok individu yang sering memilih homeschooling sebagai alternatif pendidikan:Anak dengan kebutuhan khusus : anak dengan hambatana khusus akan kesulitan ketika mengikuti proses belajar mengajar di sekolah formal, memiliki

    Anak dengan kebutuhan khusus
    Homeschooling sering menjadi pilihan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus karena memungkinkan metode pembelajaran yang lebih personal dan fleksibel. Beberapa contoh kebutuhan khusus yang dapat didukung oleh homeschooling:

    1. Anak dengan disabilitas fisik atau sensorik (tunanetra, tunarungu).
    2. Anak dengan gangguan perkembangan (autisme, ADHD, atau kesulitan belajar seperti disleksia, disgrafia, maupun diskalkuliah).
    3. Anak dengan masalah kesehatan kronis yang membuatnya sulit bersekolah di sekolah formal

    Anak yang memiliki Bakat atau Minat Khusus
    Anak-anak yang memiliki minat dan bakat dalam bidang tertentu sering memilih homeschooling agar mereka bisa lebih fokus mengembangkan kemampuannya. Contohnya:

    1. Atlet yang harus menjalani jadwal latihan intensif.
    2. Seniman atau musisi yang membutuhkan fleksibilitas waktu untuk berkarya dan berlatih.
    3. Anak berbakat dalam bidang tertentu yang ingin mendalami bidangnya lebih cepat dibanding kurikulum sekolah formal.

      Anak dengan gaya belajar yang berbeda
      Tidak semua anak cocok dengan sistem pembelajaran formal. Beberapa anak merasa lebih nyaman belajar dengan metode yang lebih fleksibel, seperti:

      1. Anak yang lebih suka belajar melalui pengalaman langsung (misalnya, eksperimen, proyek, atau eksplorasi di alam).
      2. Anak yang lebih cepat atau lebih lambat dalam memahami pelajaran dibanding teman-teman sebayanya di sekolah formal.

         

        Anak dari keluarga yang memiliki kesibukan atau dengan mobilitas yang tinggi
        Beberapa keluarga memiliki pekerjaan atau gaya hidup yang mengharuskan mereka sering berpindah tempat, sehingga homeschooling menjadi solusi terbaik untuk pendidikan anak. Contohnya:

        1. Keluarga ekspatriat yang sering berpindah ke negara lain.
        2. Keluarga pekerja di bidang diplomatik atau militer yang sering berpindah tugas.
        3. Keluarga yang menjalankan bisnis berbasis perjalanan, seperti travel blogger atau pekerja lepas internasional

         

        Anak yang mengalami masalah sosial di sekolah
        Beberapa anak memilih homeschooling karena mengalami kesulitan di lingkungan sekolah formal, seperti:

        1. Bullying atau perundungan yang membuat anak tidak nyaman bersekolah.
        2. Tekanan akademik yang berlebihan dan menyebabkan stres atau gangguan mental.
        3. Kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang kurang sesuai dengan kepribadian atau nilai-nilai keluarga.

        Homeschooling dan sekolah formal memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Homeschooling cocok untuk anak yang membutuhkan fleksibilitas dalam belajar dan memiliki kebutuhan khusus, sementara sekolah formal lebih cocok bagi anak yang nyaman dengan sistem pembelajaran terstruktur dan ingin lebih banyak bersosialisasi. Pilihan antara homeschooling dan sekolah formal tergantung pada kondisi keluarga, gaya belajar anak, serta tujuan pendidikan jangka panjang yang ingin dicapai.

         

        Arikel ini disusun oleh:
        Alifiana Wahyuning Putri
        Mahasiswa Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Universitas Negeri Surabaya
        dari Jurusan S1 Pendidikan Luar Biasa

        Daftar Pustaka :
        Faizal, F. S. D., & Rahma, H. (2024). Pengaruh homeschooling terhadap proses belajar mengajar. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran| E-ISSN: 3026-6629, 2(2), 597-605.

        Read More