Awalnya saya bermain hanya untuk senang senang, tetapi ada moment dimana saya bertemu pro player di suatu turnamen dan saya bisa dapetin juara. dari situ terbuka pikiran kalau saya bisa bersaing bersama pro player lainya.Mungkin kalau diambil sisi positifnya, setelah saya fokus dalam kompetisi e-sport Free Fire ini bisa merubah pikiran saya yang sebelumnya labil dalam mengambil keputusan, sehingga saat ini saya lebih bisa membuat keputusan lebih baik dengan berpikir lebih dari sekali sebelum menindaklanjuti sesuatu.
semua yang mengikuti lomba udah pasti ragu, begitupun saya sendiri, jadi yang kita bisa lakukan adalah berdoa, percaya diri bahwa bisa lewatin dan meraih semuanya. Dan paling penting ikhlas apapun yang terjadi ke depannya sebelum memulai.
Menurut saya orang tua saya selalu support dan percaya kepada saya. Dan ketika saya mendapatkan juara perasaan mereka senang dan bahagia.

Ada sebuah turnamen yang kemudian saya menjanjikan kepada orang tua untuk dapat juara, waktu itu sudah yakin untuk juara dan hasilnya pulang membawa medali. untuk awal membedakannya susah tetapi waktu itu saya membuktikan bahwa saya serius ketika dari turnamen kecil yang diadakan di kota kemudian saya meraih medali, selanjutnya ketika ada kejuaraan walikota dan mewakili daerah, dari situ saya membuktikan kalau saya bermain untuk prestasi, bukan hanya main-main.
Perubahan yang saya alami setelah saya serius menekuni minat saya di bidang e-sport ini, saya sekarang jadi berpikir dulu sebelum bertindak serta lebih mandiri daripada sebelumnya.
Peran orang tua yang saya rasakan adalah orang tua selalu memberikan support dan selalu memberi izin pergi keluar kota untuk mengikuti turnamen.
Pesan untuk orang tua di luar sana adalah harus tetap sabar mendampingi putra-putrinya dalam menekuni bakat dan minatnya. Serta harus ikhlas dengan sesuatu yang dikerjakan oleh putra-putrinya. Sebab ayah bunda adalah orang tua yang hebat dan luar biasa.


